Minggu, 26 Desember 2010

MENGATASI TROUBLESHOOTING PADA SEBUAH KOMPUTER

Terdapat dua macam teknik troubleshooting

1. Teknik Forward

Dalam teknik ini segala macam permasalahan dideteksi semenjak awal komputer dirakit dan biasanya teknik ini hanya digunakan oleh orang-orang dealer komputer yang sering melakukan perakitan komputer. Pada teknik ini hanya dilakukan pendeteksian masalah secara sederhana dan dilakukan sebelum komputer dinyalakan (dialiri listrik).contoh:
  • Setelah komputer selesai dirakit, maka dilakukan pemeriksaan pada semua Hardware yang telah terpasang, misalnya memeriksa hubungan dari kabel Power Supply ke soket power pada Motherboard.
  • Untuk casing ATX, kita periksa apakah kabel Power Switch sudah terpasang dengan benar.
  • dsb. 

2. Teknik Backward

Teknik Backward adalah teknik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik). Teknik lebih banyak digunakan karena pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbul setelah “jam terbang” komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar. contoh sebagai berikut :
  • Floppy Disk yang tidak dapat membaca disket dengan baik.
  • Komputer tidak mau menyala saat tombol power pada casing ditekan.
  • dsb.

Cara Cepat Mengenali Troubleshooting

  • Apabila terjadi masalah dan sistem masih memberikan tampilan pesan pada monitor atau disertai dengan bunyi beep 1 atau 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9, yaitu pada Keyboard, Card I/O, Disk Drive dan Disket.
  • Apabila terjadi masalah dan sistem memberikan kode bunyi beep lebih dari 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5, yaitu RAM, VGA Card dan Monitor.
  • Sedangkan untuk masalah yang tidak disertai pesan pada monitor atau kode bunyi beep, kemungkinan besar letak permasalahan ada di komponen nomor 1 dan 2, yaitu Power Suplly dan Motherboard.

Tabel Pendeteksian Masalah

Setelah penjelasan sederhana dari kedua teknik tersebut, berikut adalah pembahasan lebih dalam mengenai teknik Backward, karena bagi pengguna komputer rumahan tentunya teknik ini lebih banyak akan digunakan ketimbang teknik Forward. Untuk lebih mempermudah dalam pendeteksian masalah, simak tabel berikut :
No
Komponen
Pendeteksian Masalah
1
Power Supply
Analisa Pengukuran
2
Motherboard
3
Speaker
4
RAM
Analisa Suara
5
VGA Card + Monitor
6
Keyboard
Analisa Tampilan
7
Card I/O
8
Disk Drive
9
Disket

Analisa Pengukuran

Pada tahapan ini, pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listrik pada komponen nomor 1 sampai 3. Gunakan alat bantu seperti multitester untuk mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut.
Contoh : Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supply, lalu mengukur tegangan yang diberikan oleh Power Supply ke komponen lainnya.

Analisa Suara
Pada tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang dengan baik. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, simak keterangan berikut :
  • Bunyi beep pendek satu kali, artinya sistem telah melakukan proses Boot dengan baik.
  • Bunyi beep pendek 2 kali, artinya ada masalah pada konfigurasi atau seting pada CMOS.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah pada Motherboard atau DRAM.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali, artinya ada masalah pada monitor atau VGA Card.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali, artinya ada masalah pada Keyboard.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada masalah pada ROM BIOS.
  • Bunyi beep panjang terus-menerus, artinya ada masalah di DRAM.
  • Bunyi beep pendek terus-menerus, artinya ada masalah penerimaan tegangan (power).
  • Pada beberapa merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi beep beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).
Catatan : kode bunyi beep diatas berlaku pada AWARD BIOS, untuk jenis BIOS yang lain kemungkinan memiliki kode bunyi beep yang berbeda.

Analisa Tampilan
Pada tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di monitor. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9.
Contoh : Pada saat komputer dinyalakan tampil pesan Keyboard Error, maka dapat dipastikan letak permasalahan hanya pada Keyboard.


Jumat, 24 Desember 2010

I/O SYSTEM

Secara umum, terdapat beberapa jenis seperti device penyimpanan (disk, tape), transmission device (network card, modem), dan human-interface device (screen, keyboard, mouse). Device tersebut dikendalikan oleh instruksi I/O. Alamat-alamat yang dimiliki oleh device akan digunakan oleh direct I/O instruction dan memory-mapped I/O.

Beberapa konsep yang umum digunakan ialah port, bus (daisy chain/ shared direct access), dan controller (host adapter). Port adalah koneksi yang digunakan oleh device untuk berkomunikasi dengan mesin. Bus adalah koneksi yang menghubungkan beberapa device menggunakan kabel-kabel. Controller adalah alat-alat elektronik yang berfungsi untuk mengoperasikan port, bus, dan device.

Langkah yang ditentukan untuk device adalah command-ready, busy, dan error. Host mengeset command-ready ketika perintah telah siap untuk dieksekusi oleh controller. Controller mengeset busy ketika sedang mengerjakan sesuatu, dan men clear busy ketika telah siap untuk menerima perintah selanjutnya. Error diset ketika terjadi kesalahan.

  • I/O System Architecture
Awalnya, berbagai I / O bisa memiliki controller sendiri terpasang pada motherboard.Jika anda melihat sebuah motherboard dari tahun 1980-an, ada puluhan chip individu -masing-masing dengan fungsi tertentu. Seperti tahun-tahun telah berlalu, fungsipengendali telah dikumpulkan bersama menjadi keping lebih sedikit dan lebih besar.Jembatan selatan modern sekarang menjadi multi-controller besar, menggabungkansejumlah fungsi sebelumnya dikelola oleh chip independen.

Jembatan selatan biasanya dilengkapi dengan Super kecil I / O controller yangmenangani sejumlah fungsi kritis kurang yang juga digunakan untuk menjadidialokasikan untuk chip controller terpisah di masa lalu. Super I / O controller akandijelaskan secara lebih rinci nanti. Ini digunakan untuk dihubungkan ke jembatan selatanmelalui bus ISA, dalam arsitektur modern dengan LPC (Low Pin Count) antarmuka yang digunakan:



Beberapa jenis I / O bus

Sepanjang tahun, saya berbeda / bus O telah dikembangkan. Ini adalah saya yang tepat/ O bus:

ISA bus - seorang tua, rendah kecepatan bus yang tidak banyak digunakan lagi.
The MCI, EISA dan bus VL - bus lebih cepat yang juga tidak digunakan lagi.
PCI bus - yang saya umum / O bus yang digunakan di lebih modern PC.
PCI Express - bus paling modern.
Ini "nyata" I / O bus yang dirancang untuk mounting plug-in card (adapter) di dalam kotakPC yang sebenarnya. Karena itu mereka terhubung ke beberapa soket (slot) padamotherboard:


Berbagai I / O bus secara bertahap menggantikan satu sama lain sepanjang sejarahPC. Motherboard sering digunakan untuk memiliki beberapa bus, tetapi sekarang pada dasarnya hanya bus PCI digunakan untuk memasang adapter seperti kartu jaringan, dll

Jenis lainnya bus

PC selalu membutuhkan bus kecepatan rendah, digunakan untuk kurang intensif I / O device. Selama bertahun-tahun itu adalah tugas dari bus ISA, tetapi telah diganti hari inioleh USB (Universal Serial Bus). USB tidak bus motherboard tradisional, karena tidak memiliki slot untuk memasang plug-in kartu. Dengan USB, perangkat eksternal yang terhubung dalam sebuah seri. Lebih lanjut tentang ini nanti.

SCSI dan FireWire jenis lain bus berkecepatan tinggi yang memberikan pilihanekspansi PC lebih. Mereka bukan bagian dari arsitektur PC standar, tetapi merekadapat diintegrasikan ke PC manapun. Hal ini biasanya dilakukan dengan menggunakanplug-in kartu untuk bus PCI, di mana controller SCSI atau FireWire dipasang. Dengan demikian dua antarmuka menarik pada kapasitas bus PCI


Akhirnya, saya juga harus menyebutkan antarmuka ATA hard disk, yang biasanya tidakdisebut bus, tetapi yang benar-benar bisa disebut satu. Antarmuka ATA hanya digunakan untuk drive, dan konfigurasi standar memungkinkan empat perangkat untukdihubungkan langsung ke motherboard, dimana kabel lebar hard disk, misalnya, cocok dalam konektor ATA.

Anda dapat bekerja di luar kapasitas bus data berdasarkan lebar data dan frekuensiclock. Berikut adalah perbandingan singkat antara sistem dan bus I / O bus:

I/O device


I / O bus menjalankan semua di atas motherboard, dan menghubungkan sejumlah besaryang berbeda I / O device. Pengendali jembatan selatan menghubungkan semuaperangkat I / O ke CPU dan RAM. Gambar. 159 menunjukkan gambaran singkattentang berbagai jenis perangkat I / O. Perhatikan bahwa AGP tidak termasuk, karenaterikat dengan north bridge.




  • Mekanisme Kerja I/O Device
- Pooling


Busy-waiting/ polling adalah ketika host mengalami looping yaitu membaca status register secara terus-menerus sampai status busy di-clear. Pada dasarnya polling dapat dikatakan efisien. Akan tetapi polling menjadi tidak efisien ketika setelah berulang-ulang melakukan looping, hanya menemukan sedikit device yang siap untuk men-service, karena CPU processing yang tersisa belum selesai.




InterruptInterrupt

  1. Host terus membaca busy-bit secara berulang-ulang sampai bit tersebut clear
  2. Host set write-bit di command-register dan menulis satu byte di data-out register
  3. Host set bit command-ready
  4. Ketika controller mengetahui kalau bit command-ready di-set, dia men-set busy bit
  5. Controller membaca command-register dan melihat perintah tulis.  Dia membaca data-out register untuk mendapatkan bytenya, dan melakukan operasi I/O
  6. Controller menghapus bit command-ready, membersihkan bit error di status register yang menandakan operasi I/O berhasil, dan menghapus busy-bit yang menandakan kalau operasi sudah selesai. Interrupt Jalur interrupt dihasilk
- Interrupt

    > Jalur interrupt dihasilkan oleh perangkat I/O
    > Interrupt Handler menerima interrupt tersebut
    > Mekanisme interrupt juga digunakan untuk penanganan exception

    Interrupt-Driven I/O Cycle



    Direct Memory Access (DMA)
    > Generasi komputer yang sangat tua
    @ Controller membaca dari perangkat
    @ Sistem Operasi meminta controller membaca data
    > Generasi komputer yang tua
    @ Controller membaca dari perangkat
    @ Controller meng-interrupt OS
    @ Sistem Operasi menyalin data ke memori
    > Generasi DMA
    @ Controller membaca dari perangkat
    @ Controller menyalin data ke memori
    @ Controller meng-interrupt OS

    - DMA Transfer

    Aplikasi Antar-Muka I/O
    > Sifat-sifat perangkat komputer diabstraksi oleh I/O system call berbentuk
    kelas-kelas umum.
    > Lapisan driver perangkat menyembunyikan perbedaanperbedaan I/O controller dari
    kernel.
    > Ragam device dari beberapa sisi:
    > Character-stream atau block
    > Sequential atau random-access
    > Synchronous atau asynchronous
    > Sharable atau dedicated
    > Speed atau operation
    > Read-write, read only, write only

    Perangkat Block dan Character
    > Perangkat block:
    Ø Meliputi berbagai disk drive
    Ø Perintah baca, tulis, pencarian data
    Ø Dimungkinkan untuk mengakses berkas secara memorymapped
    > Perangkat character:
    Ø Contoh: keyboard, mouse
    Ø Perintah menulis, mengambil
    Ø Dapat dibuat library pengakses data per-baris

    Perangkat Jaringan
    > Interface berbeda dari baca, tulis disk, disebut interface socket.
    > Socket: penghubung komputer dengan jaringan.
    > Local socket dihubungkan dengan remote socket.
    > Komunikasi antar komputer dilakukan melalui socket.

    Clock dan Timer
    > Fungsi clock dan timer pada hardware:
    Ø Waktu saat ini
    Ø Lama sebuah proses
    ØTrigger proses pada suatu waktu
    > Programmable interval timer : hardware pengukur waktu dan trigger.
    > Sistem operasi mampu menangani time request lebih banyak dari jumlah hardware timer

    Blocking dan Non-blocking I/O
    > Blocking : proses dihentikan sementara
    Ø Lebih mudah dimengerti
    Ø Tidak cukup untuk beberapa hal
    > Non-blocking : diimplementasikan lewat multi-threading
    > Asynchronous : proses berjalan selama I/O dieksekusi

    • Kernel I/O Subsystem
    > Scheduling :
    * Permohonan I/O dilakukan berdasarkan antrian perangkat
    * Beberapa sistem operasi berusaha untuk seadil mungkin
    > Buffering : menyimpan data di memori selama proses transfer antar perangkat
    * Solusi perbedaan kecepatan dari perangkat yang ada
    * Solusi perbedaan ukuran transfer perangkat

    Struktur Data Kernel
    > Kernel menyimpan informasi penggunaan komponen I/O, termasuk tabel open-file
    koneksi networking, informasi karakter device.
    > Struktur data yang rumit dapat digunakan untuk memeriksa buffer, alokasi memori,
    dan menentukan batasan sektor/blok.
    > Beberapa sistem operasi menggunakan tehnik object oriented untuk mengkapsulasikan
    perbedaan-perbedaan semantik yang ada.

    Transformasi I/O Menjadi Operasi H/W
    Proses:
    > Blocking read system call diberikan pada pendeskripsi data dari data yang sudah
    terbuka sebelumnya.
    > Kode di kernel memeriksa parameter. Dalam proses input, jika data sudah ada di
    buffer, data dikembalikan ke proses dan permintaan I/O selesai.

    Contoh: membaca data dari disk untuk di proses.
    > Menentukan device yang mengandung data,
    > Menerjemahkan nama ke perwakilan device
    > Secara fisik memindahkan data dari disk ke buffer
    > Mempersiapkan data untuk proses permintaan I/O
    > Mengembalikan kontrol ke proses

    I/O Stream
    > I/O stream adalah suatu mekanisme pengiriman data secara bertahap dan terus
    menerus melalui suatu aliran data (dua arah)
    > Biasa digunakan dalam network protocol
    > Asynchronous
    > Menggunakan message passing dalam men-transfer data
    > Untuk memasukkan ke dalam stream digunakan ioctl system call
    > Untuk menuliskan data ke device digunakan write / putmsg system call
    > Untuk membaca data dari device digunakan read / getmsg system call
    > User process: berhubungan langsung dengan stream head
    > Ada beberapa modul dengan write dan read queue
    > Device berhubungan langsung dengan driver

    Kinerja I/O
    > Pembuat CPU melaksanakan kode device-driver
    > Memberitahukan ke-tidak efisien-an pada mekanisme penanganan interrupt dalam kernel
    > Me-load memory bus sewaktu menyalin data yang dilakukan di controller dan physical
    memory

    Meningkatkan Kinerja I/O
    > Memperkecil jumlah context switch
    > Memperkecil jumlah penyalinan data yang dilakukan sewaktu pengoperan data antara
    device dan aplikasi
    > Memperkecil jumlah interrupt dengan menggunakan transfer secara besar-besaran,
    smart controllers dan polling (jika busywaiting bisa diminimalisir)
    > Menambah konkurensi dengan menggunakan DMA controllers atau channels yang telah
    diketahui untuk meng-offload pennyalin sederhana dari CPU
    > Memindahkan proses-proses primitif ke perangkat keras, untuk membuat operasinya
    dalam device controllers konkuren dengan CPU dan operasi Bus
    > Menyeimbangkan CPU, memory subsystem, bus, dan I/O performance, karena kelebihan
    di salah satu area akan membuat keterlambatan pada yang lain.

    Rabu, 15 Desember 2010

    Cara Menginstalisasi VMware Untuk OS

    *Instalisasi VMware*
    1. Pastikanlah VMware telah terinstal di laptop/pc.
    2. Open VMware, click File-New-Virtual Machine



    3. Muncul menu New Virtual Machine Wizard. click Next
     4. Kemudian pilih Typical-click Next


     5. Pilih Operating system yang ingin diinstall . misalnya,kita pilih Microsoft Windows untuk istal   windows XP. kemudian click Next




     6.setelah itu beri name virtual machine. kemudian click Next.




    7.Setelah itu muncul Network connection. Pilih  Use bridge networking lalu click Next


    8.Setelah itu muncul menu Specify Disk Capacity. Kita bisa tentukan berapa kebutuhan disk yang diperlukan.
      misalnya kita alokasikan sebesar 4 GB. Klik Finish, maka selesai lah settingan VMware.


    Setelah selesai, langkah selanjutnya yaitu menginstal sistem operasi yang telah dipilih.
    Langkah langkahnya :
    *UBUNTU*

    1.Siapkan dulu cd xp atau file win xp dalam bentuk ISO. klik 2 kali di bagian CD-ROM. lalu muncul kotak menu CD-ROM. Pilih use iso image dan masukkan file win xp  yang sudah dalam bentuk iso. Klik ok.


    2.Setelah selesai, kita bisa mulai melakukan penginstalan windows xp. Klik start this virtual machine. lalu muncul kotak dialog lain, klik OK.




    3.Kemudian tunggu dan proses penginstalan akan berjalan seperti kita pertama kali menginstal windows XP. Ikuti langkah-langkahnya seperti biasa, dan siap menginstal. Saat menggunakan VMware, fungsi mouse akan diambil VMware.Untuk mengembalikannya tekan ctrl+alt.





    4. Saat penginstalan selesai, akan muncul tampilan windows xp seperti di bawah ini. Itu berarti sudah selesai

    Jumat, 10 Desember 2010

    Cara Mensetting AD HOC


    kita bisa me-setup jarngan wireless Adhoc untuk mensare koneksi internet di rumah tanpa menggunakan router atau awitch, dan kita bisa mempunyai 9 jaringan, dimana komputer kita dapat mengirim data secara langsung dari komputer satu ke komputer yang lain, tetapi kelemahannya adalah jangkauannya terbatas  dan untuk membuat jaringan yang lebih luas kita perlu router wireless atau akses point.

    Alokasi alamat IP
    mengalokasikan Alamat IP setiap komputer yang masuk ke jaringan Adhoc wireless , apabila ingin menggunakan 3 komputer bisa dengan mudah meng-assign 192.168.0.1,  192.168.0.2, 192.168,0.3 kemasing-masing komputer dengan netmask 255.255.255.0

    Catatan : jika mempunyai Internet Conncting Sharing yang di-enable pada host komputer, bisa juga menset up komputer clien untuk mendapat alamat IP secara otomatis. Kemudian komputer-komputer tsb akan bisa mengakses ke internet. 

    Konfigurasi Komputer Host
    • Click Start --> Control Panel --> Network Connections
    • Click kanan pada wireless network Connection, lalu klik properties

    • Pada wireless Network Connection Properties, click Tab Wireless Networks 
    • Click Add pada bagian Preferret Networks

    • Selanjutnya isilah Network Name (SSID) untuk jaringan yang akan dibuat
    • Jangan lupa untuk mencentang check box this is a computer - to computer (adhoc) Network : wireless access point not used
    • Juga dapat menambahkan web password agar koneksi aman 

    • Click OK dan OK lagi untuk menyimpan konfigurasi
    Konfigurasi Computer Clien
    Windows XP otomatis akan mendeteksi jika ada wireless network yang aktif


    • Click kanan pada icon Wireless Network yang berada pada taskbar, lalu klik view available wireless networks

    • Wireless network Connection akan menampilkan list SSID wireless 
    • Click SSID wireless lalu click Connect


    Jika pada komputer host, dimasukkan web passwordmaka windows XP meminta untuk mengisi password sebelum terkoneksi ke jaringan Ad hoc
    Catatan : 
    Untuk windows XP yang tidak mempunyai HDCP server service, user harus meng-assign alamat IP secara manual, baik yang broadcast maupun clien yang terkoneksi.

    Referensi :
    • http://www.home-network-help.com/ad-hoc-wireless-network.html
    • http://www.binamagazine.com/index.php/2007/12/08/ad-hoc-wireless-connection

    Jumat, 05 November 2010

    Cara Menghitung Clock RAM

    Dalam menghitung waktu transfer data suatu RAM adalah menggunakan satuan Nanosecond ( ns ), atau disebut juga dengan waktu yang dibutuhkan oleh RAM untuk mengirimkan 1 bit data ke processor.
    Sebagai contoh adalah kita akan menghitung waktu transfer dari RAM DDR3 dimana pada contoh ini kita menggunakan RAM DDR 3 PC 12800 artinya memiliki bus sebesar 1600 Mhz.
    Selanjutnya kita akan mengkonversikan dulu satuan Hertz. Dimana 1 Mhz = 1.000.000 Hertz, artinya RAM DDR3 dengan bus sebesar 1600 Mhz = 1.600.000.000 Hertz. Jadi dapat kita simpulkan sebagai 1600 Mhz = 1 / 1.600.000.000 second
    Berikutnya adalah dengan mengkonversikan satuan detik menjadi nanosecond ( ns ). 1 detik sama dengan 1.000.000.000 ns ( nanosecond). Perlu kita ingat lagi bahwa 1 detik sama dengan 1 miliar nanodetik.
    Kemudian kita kalikan bilangan : 1/1.600.000.000 x 1.000.000.000 = 0.625 ns. Jadi RAM DDR3 PC 12800 memiliki waktu tranfer data sebanyak = 0.625 nanosecond
    Selanjutnya adalah kita akan menghitung tranfer rate RAM DDR3. Memory DDR3 memiliki kecepatan transfer 2 kali lipat dari RAM DDR2. Transfer rate merupakan kapasitas data yang dapat dikirimkan sebuah RAM ke processor dalam satuan Megabytes/secon (MB/s).
    Sebagai contoh :
    • RAM DDR3


    Sebuah RAM DDR3 PC 12800 yang memiliki memory clock ratenya sebesar 200 Mhz.
    2. Untuk memory DDR3 kita akan menggunakan Rumus berikut = transfer rate (memori clock rate) × 4 (bus clock multiplier) × 2 (untuk data rate) × 64 (jumlah bit yang ditransfer) / 8 (jumlah bit / byte).
    3. Kemudian tinggal kita masukkan angka perhitungnya menjadi = ( 200 x 4 x 2 x 64 ) / 8.
    4. Maka hasilnya akan sama dengan 12.800, artinya sebuah RAM DDR3 dengan memory clock 200 Mhz memberikan transfer rate maksimum 12800 MB/s.
    5. Dengan adanya teknologi Dual Channel saat ini maka transfer rate 12.800 MB/s akan dikalikan dua, dan menghasilkan 25.600 MB/s
    • RAM DDR2


    Sebuah RAM DDR2 PC 6400 yang memiliki clock ratenya sebesar 800 Mhz
    Lebar data (width) sebuah RAM adalah 64-bit, atau dikonversikan kedalam satuan byte sama dengan 8 byte. Yaitu 1 byte = 8 bit.
    Transfer Rate = Bus (MHz) x Lebar Data (Byte)
    Transfer Rate = 800 MHz x 8 Byte = 6400 MB/s. artinya sebuah RAM DDR2 dengan memory clock 800 Mhz memberikan transfer rate maksimum 6400 MB/s.
    Dengan adanya teknologi Dual Channel saat ini maka transfer rate 6.400 MB/s akan dikalikan dua, dan menghasilkan 12.800 MB/s

    Sejarah Perkembangan RAM/Memory

    Apa Arti Istilah-istilah pada RAM?

    Begitu banyak nama dan istilah spesifik digunakan pada RAM. Kadang dapat membingungkan. Tapi tidak jadi masalah, setelah Anda membaca penjelasan singkatnya berikut. Ini dapat dijadikan panduan, setidaknya untuk membaca spesifikasi dan memperhitungkan dengan kemampuan produk yang bersangkutan.


    Speed
    Speed atau kecepatan, makin menjadi faktor penting dalam pemilihan sebuah modul memory. Bertambah cepatnya CPU, ditambah dengan pengembangan digunakannya dual-core, membuat RAM harus memiliki kemampuan yang lebih cepat untuk dapat melayani CPU.
    Ada beberapa paramater penting yang akan berpengaruh dengan kecepatan sebuah memory.

    Megahertz
    Penggunaan istilah ini, dimulai pada jaman kejayaan SDRAM. Kecepatan memory, mulai dinyatakan dalam megahertz (MHz). Dan masih tetap digunakan, bahkan sampai pada DDR2.
    Perhitungan berdasarkan selang waktu (periode) yang dibutuhkan antara setiap clock cycle. Biasanya dalam orde waktu nanosecond. Seperti contoh pada memory dengan aktual clock speed 133 MHz, akan membutuhkan access time 8ns untuk 1 clock cycle.
    Kemudian keberadaan SDRAM tergeser dengan DDR (Double Data Rate). Dengan pengembangan utama pada kemampuan mengirimkan data dua kali lebih banyak. DDR mengirimkan data dua kali dalam satu clock cycle.
    Kebanyakan produk mulai menggunakan clock speed efektif, hasil perkalian dua kali data yang dikirim. Ini sebetulnya lebih tepat jika disebut sebagai DDR Rating.
    Hal yang sama juga terjadi untuk DDR2. Merupakan hasil pengembangan dari DDR. Dengan kelebihan utama pada rendahnya tegangan catudaya yang mengurangi panas saat beroperasi. Juga kapasitas memory chip DDR2 yang meningkat drastis, memungkinkan sebuah keping DDR2 memiliki kapasitas hingga 2 GB. DDR2 juga mengalami peningkatan kecepatan dibanding DDR.

    PC Rating
    Pada modul DDR, sering ditemukan istilah misalnya PC3200. Untuk modul DDR2, PC2-3200. Dari mana angka ini muncul?
    Biasa dikenal dengan PC Rating untuk modul DDR dan DDR2. Sebagai contoh kali ini adalah sebuah modul DDR dengan clock speed 200 MHz. Atau untuk DDR Rating disebut DDR400. Dengan bus width 64-bit, maka data yang mampu ditransfer adalah 25.600 megabit per second (=400 MHz x 64-bit). Dengan 1 byte = 8-bit, maka dibulatkan menjadi 3.200MBps (Mebabyte per second).  Angka throughput inilah yang dijadikan nilai dari PC Rating. Tambahan angka “2, baik pada PC Rating maupu DDR Rating, hanya untuk membedakan antara DDR dan DDR2.

    CAS Latency
    Akronim CAS berasal dari singkatan column addres strobe atau column address select. Arti keduanya sama, yaitu lokasi spesifik dari sebuah data array pada modul DRAM.
    CAS Latency, atau juga sering disingkat dengan CL, adalah jumlah waktu yang dibutuhkan (dalam satuan clock cycle) selama delay waktu antara data request dikirimkan ke memory controller untuk proses read, sampai memory modul berhasil mengeluarkan data output. Semakin rendah spesifikasi CL yang dimiliki sebuah modul RAM, dengan clock speed yang sama, akan menghasilkan akses memory yang lebih cepat.

    MENGENAL BAGIAN-BAGIAN RAM

    Secara fisik, komponen PC yang satu ini termasuk komponen dengan ukuran yang kecil dan sederhana. Dibandingkan dengan komponen PC lainnya.
    Sekilas, ia hanya berupa sebuah potongan kecil PCB, dengan beberapa tambahan komponen hitam. Dengan tambahan titik-titik contact point, untuk memory berinteraksi dengan motherboard. Inilah di antaranya.

    PCB (Printed Circuit Board)
    Pada umumnya, papan PCB berwana hijau. Pada PCB inilah beberapa komponen chip memory terpasang.
    PCB ini sendiri tersusun dari beberapa lapisan (layer). Pada setiap lapisan terpasang jalur ataupun sirkuit, untuk mengalirkan listrik dan data. Secara teori, semakin banyak jumlah layer yang digunakan pada PCB memory, akan semakin luas penampang yang tersedia dalam merancang jalur. Ini memungkinkan jarak antar jalur dan lebar jalur dapat diatur dengan lebih leluasa, dan menghindari noise interferensi antarjalur pada PCB. Dan secara keseluruhan akan membuat modul memory tersebut lebih stabil dan cepat kinerjanya. Itulah sebabnya pada beberapa iklan untuk produk memory, menekankan jumlah layer pada PCB yang digunakan modul memory produk yang bersangkutan.

    Contact Point
    Sering juga disebut contact finger, edge connector, atau lead. Saat modul memory dimasukkan ke dalam slot memory pada motherboard, bagian inilah yang menghubungkan informasi antara motherboard dari dan ke modul memory. Konektor ini biasa terbuat dari tembaga ataupun emas. Emas memiliki nilai konduktivitas yang lebih baik. Namun konsekuensinya, dengan harga yang lebih mahal. Sebaiknya pilihan modul memory disesuaikan dengan bahan konektor yang digunakan pada slot memory motherboard. Dua logam yang berbeda, ditambah dengan aliran listrik saat PC bekerja lebih memungkinkan terjadinya reaksi korosif.
    Pada contact point, yang terdiri dari ratusan titik, dipisahkan dengan lekukan khusus. Biasa disebut sebagai notch. Fungsi utamanya, untuk mencegah kesalahan pemasangan jenis modul memory pada slot DIMM yang tersedia di motherboard. Sebagai contoh, modul DDR memiliki notch berjarak 73 mm dari salah satu ujung PCB (bagian depan). Sedangkan DDR2 memiliki notch pada jarak 71 mm dari ujung PCB. Untuk SDRAM, lebih gampang dibedakan, dengan adanya 2 notch pada contact point-nya.

    DRAM (Dynamic Random Access Memory)
    Komponen-komponen berbentuk kotak-kotak hitam yang terpasang pada PCB modul memory inilah yang disebut DRAM. Disebut dynamic, karena hanya menampung data dalam periode waktu yang singkat dan harus di-refresh secara periodik. Sedangkan jenis dan bentuk dari DRAM atau memory chip ini sendiri cukup beragam.
    Chip Packaging
    Atau dalam bahasa Indonesia adalah kemasan chip. Merupakan lapisan luar pembentuk fisik dari masing-masing memory chip. Paling sering digunakan, khususnya pada modul memory DDR adalah TSOP (Thin Small Outline Package). Pada RDRAM dan DDR2 menggunakan CSP (Chip Scale Package). Beberapa chip untuk modul memory terdahulu menggunakan DIP (Dual In-Line Package) dan SOJ (Small Outline J-lead).


    DIP (Dual In-Line Package)
    Chip memory jenis ini digunakan saat memory terinstal langsung pada PCB motherboard. DIP termasuk dalam kategori komponen through-hole, yang dapat terpasang pada PCB melalui lubang-lubang yang tersedia untuk kaki/pinnya. Jenis chip DRAM ini dapat terpasang dengan disolder ataupun dengan socket. SOJ (Small Outline J-Lead) Chip DRAM jenis SOJ, disebut demikan karena bentuk pin yang dimilikinya berbentuk seperti huruh “J”. SOJ termasuk dalam komponen surfacemount, artinya komponen ini dipasang pada sisi pemukaan pada PCB.


    TSOP (Thin Small Outline Package)
    Termasuk dalam komponen surfacemount. Namanya sesuai dengan bentuk dan ukuran fisiknya yang lebih tipis dan kecil dibanding bentuk SOJ.


    CSP (Chip Scale Package)
    Jika pada DIP, SOJ dan TSOP menggunakan kaki/pin untuk menghubungkannya dengan board, CSP tidak lagi menggunakan PIN. Koneksinya menggunakan BGA (Ball Grid Array) yang terdapat pada bagian bawah komponen. Komponen chip DRAM ini mulai digunakan pada RDRAM (Rambus DRAM) dan DDR.

    Sejarah perkembangan RAM

    RAM

    RAM yang merupakan singkatan dari Random Access Memory ditemukan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar – besaran oleh Intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sini lah perkembangan RAM bermula. Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).

    DRAM



    Pada tahun 1970, IBM menciptakan sebuah memori yang dinamakan DRAM. DRAM sendiri merupakan singkatan dari Dynamic Random Access Memory. Dinamakan Dynamic karena jenis memori ini pada setiap interval waktu tertentu, selalu memperbarui keabsahan informasi atau isinya. DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu antara 4,77MHz hingga 40MHz.

    FPRAM


    Fast Page Mode DRAM atau disingkat dengan FPM DRAM ditemukan sekitar tahun 1987. Sejak pertama kali diluncurkan, memori jenis ini langsung mendominasi pemasaran memori, dan orang sering kali menyebut memori jenis ini “DRAM” saja, tanpa menyebut nama FPM. Memori jenis ini bekerja layaknya sebuah indeks atau daftar isi. Arti Page itu sendiri merupakan bagian dari memori yang terdapat pada sebuah row address. Ketika sistem membutuhkan isi suatu alamat memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya berdasarkan indeks yang telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detiknya.

    Memori FPM ini mulai banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 286, 386 serta sedikit 486.

    EDORAM




    Pada tahun 1995, diciptakanlah memori jenis Extended Data Output Dynamic Random Access Memory (EDO DRAM) yang merupakan penyempurnaan dari FPM. Memori EDO dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20 persen. EDO mempunyai access time yang cukup bervariasi, yaitu sekitar 70ns hingga 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz hingga 75MHz. Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM, namun keduanya tidak dapat dipasang secara bersamaan, karena adanya perbedaan kemampuan.

    Memori EDO DRAM banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal.

    SDRAM PC66


    Pada peralihan tahun 1996 – 1997, Kingston menciptakan sebuah modul memori dimana dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama / sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosessor. Itulah sebabnya mengapa Kingston menamakan memori jenis ini sebagai Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM). SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.

    Dengan kemampuannya yang terbaik saat itu dan telah diproduksi secara masal, bukan hanya oleh Kingston saja, maka dengan cepat memori PC66 ini menjadi standar memori saat itu. Sistem berbasis prosessor Soket 7 seperti Intel Pentium klasik (P75 – P266MMX) maupun kompatibelnya dari AMD, WinChip, IDT, dan sebagainya dapat bekerja sangat cepat dengan menggunakan memori PC66 ini. Bahkan Intel Celeron II generasi awal pun masih menggunakan sistem memori SDRAM PC66.

    SDRAM PC100


    Selang kurun waktu setahun setelah PC66 diproduksi dan digunakan secara masal, Intel membuat standar baru jenis memori yang merupakan pengembangan dari memori PC66. Standar baru ini diciptakan oleh Intel untuk mengimbangi sistem chipset i440BX dengan sistem Slot 1 yang juga diciptakan Intel. Chipset ini didesain untuk dapat bekerja pada frekuensi bus sebesar 100MHz. Chipset ini sekaligus dikembangkan oleh Intel untuk dipasangkan dengan prosessor terbaru Intel Pentium II yang bekerja pada bus 100MHz. Karena bus sistem bekerja pada frekuensi 100MHz sementara Intel tetap menginginkan untuk menggunakan sistem memori SDRAM, maka dikembangkanlah memori SDRAM yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100MHz. Seperti pendahulunya PC66, memori SDRAM ini kemudian dikenal dengan sebutan PC100.

    Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC100 mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800MB per detiknya.

    Hampir sama dengan pendahulunya, memori PC100 telah membawa perubahan dalam sistem komputer. Tidak hanya prosessor berbasis Slot 1 saja yang menggunakan memori PC100, sistem berbasis Soket 7 pun diperbarui untuk dapat menggunakan memori PC100. Maka muncullah apa yang disebut dengan sistem Super Soket 7. Contoh prosessor yang menggunakan soket Super7 adalah AMD K6-2, Intel Pentium II generasi akhir, dan Intel Pentium II generasi awal dan Intel Celeron II generasi awal.

    DRDRAM




    Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sebuah sistem memori dengan arsitektur baru dan revolusioner, berbeda sama sekali dengan arsitektur memori SDRAM.Oleh Rambus, memori ini dinamakan Direct Rambus Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya menggunakan tegangan sebesar 2,5 volt, RDRAM yang bekerja pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya! (1GB = 1000MHz). Sayangnya kecanggihan DRDRAM tidak dapat dimanfaatkan oleh sistem chipset dan prosessor pada kala itu sehingga memori ini kurang mendapat dukungan dari berbagai pihak. Satu lagi yang membuat memori ini kurang diminati adalah karena harganya yang sangat mahal.

    RDRAM PC800


    Masih dalam tahun yang sama, Rambus juga mengembangkan sebuah jenis memori lainnya dengan kemampuan yang sama dengan DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak pada tegangan kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan tegangan sebesar 2,5 volt, maka RDRAM PC800 bekerja pada tegangan 3,3 volt. Nasib memori RDRAM ini hampir sama dengan DRDRAM, kurang diminati, jika tidak dimanfaatkan oleh Intel.

    Intel yang telah berhasil menciptakan sebuah prosessor berkecepatan sangat tinggi membutuhkan sebuah sistem memori yang mampu mengimbanginya dan bekerja sama dengan baik. Memori jenis SDRAM sudah tidak sepadan lagi. Intel membutuhkan yang lebih dari itu. Dengan dipasangkannya Intel Pentium4, nama RDRAM melambung tinggi, dan semakin lama harganya semakin turun.

    SDRAM PC133


    Selain dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking, malah semakin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133 dikembangkan untuk bekerja pada frekuensi bus 133MHz, namun memori ini juga mampu berjalan pada frekuensi bus 100MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang dimiliki oleh PC100 pada frekuensi tersebut.

    SDRAM PC150


    Perkembangan memori SDRAM semakin menjadi – jadi setelah Mushkin, pada tahun 2000 berhasil mengembangkan chip memori yang mampu bekerja pada frekuensi bus 150MHz, walaupun sebenarnya belum ada standar resmi mengenai frekunsi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya.

    Memori ini sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, namun pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer server dapat mengambil keuntungan dengan adanya memori PC150.

    DDR SDRAM


    Masih di tahun 2000, Crucial berhasil mengembangkan kemampuan memori SDRAM menjadi dua kali lipat. Jika pada SDRAM biasa hanya mampu menjalankan instruksi sekali setiap satu clock cycle frekuensi bus, maka DDR SDRAM mampu menjalankan dua instruksi dalam waktu yang sama. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif saja, maka DDR SDRAM menjalankan instruksi baik pada gelombang positif maupun gelombang negatif. Oleh karena dari itu memori ini dinamakan DDR SDRAM yang merupakan kependekan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory.

    Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100 – 133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 – 266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan penggunaan pada prosessor, AMD ThunderBird lah yang pertama kali memanfaatkannya.

    DDR RAM


    Pada 1999 dua perusahaan besar microprocessor INTEL dan AMD bersaing ketat dalam meningkatkan kecepatan clock pada CPU. Namun menemui hambatan, karena ketika meningkatkan memory bus ke 133 Mhz kebutuhan Memory (RAM) akan lebih besar. Dan untuk menyelesaikan masalah ini maka dibuatlah DDR RAM (double data rate transfer) yang awalnya dipakai pada kartu grafis, karena sekarang anda bisa menggunakan hanya 32 MB untuk mendapatkan kemampuan 64 MB. AMD adalah perusahaan pertama yang menggunakan DDR RAM pada motherboardnya.

    DDR2 RAM


    Ketika memori jenis DDR (Double Data Rate) dirasakan mulai melambat dengan semakin cepatnya kinerja prosesor dan prosesor grafik, kehadiran memori DDR2 merupakan kemajuan logis dalam teknologi memori mengacu pada penambahan kecepatan serta antisipasi semakin lebarnya jalur akses segitiga prosesor, memori, dan antarmuka grafik (graphic card) yang hadir dengan kecepatan komputasi yang berlipat ganda.

    Perbedaan pokok antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data serta peningkatan latency mencapai dua kali lipat. Perubahan ini memang dimaksudkan untuk menghasilkan kecepatan secara maksimum dalam sebuah lingkungan komputasi yang semakin cepat, baik di sisi prosesor maupun grafik.

    Selain itu, kebutuhan voltase DDR2 juga menurun. Kalau pada DDR kebutuhan voltase tercatat 2,5 Volt, pada DDR2 kebutuhan ini hanya mencapai 1,8 Volt. Artinya, kemajuan teknologi pada DDR2 ini membutuhkan tenaga listrik yang lebih sedikit untuk menulis dan membaca pada memori.

    Teknologi DDR2 sendiri lebih dulu digunakan pada beberapa perangkat antarmuka grafik, dan baru pada akhirnya diperkenalkan penggunaannya pada teknologi RAM. Dan teknologi DDR2 ini tidak kompatibel dengan memori DDR sehingga penggunaannya pun hanya bisa dilakukan pada komputer yang memang mendukung DDR2.

    DDR3 RAM




    RAM DDR3 ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsusmsi daya yang diperlukan hanya 1.5v, lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori, kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer data dengan clock efektif sebesar 800-1600 MHz. Pada clock 400-800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan DDR2 sebesar 400-1066 MHz (200- 533 MHz) dan DDR sebesar 200-600 MHz (100-300 MHz). Prototipe dari DDR3 yang memiliki 240 pin. Ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama pada awal tahun 2005. Namun, produknya sendiri benar-benar muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan dengan motherboard yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada motherboard tersebut sudah mendukung slot DIMM.